Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, di antaranya:
(1) Model Kurt Lewin,
(2) Model Kemmis dan Mc Taggart,
(3) Model John Elliot, dan
(4) Model Dave Ebbutt.
1. Model Kurt Lewin
PTK Model Kurt Lewin menggambarkan penelitian tindakan sebagai suatu proses spiral yang meliputi perencanaa, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian tindakan kelas dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu:
a. Perencanaan (planning),
b. aksi atau tindakan (acting),
c. Observasi (observing),
d. refleksi (reflecting).
Langkah di atas dilakukan secara berurutan seperti spiral dan dilakukan dalam siklus.
Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer (1996) dikembangkan lagi menjadi:
(1) Perencanaan (planning),
(2) Pelaksanaan (implementing), dan
(3) Penilaian (evaluating)
2. Model Kemmis dan Mc Taggart
Model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Taggart tampak masih begitu dekat dengan model Lewin. Karena didalam satu siklus atau putaran terdiri dari empat komponen seperti yang hanya dilaksanakan oleh Lewin yaitu meliputi :
1) perencanaan,
2) tindakan,
3) observasi,
4) refleksi.
Namun setelah suatu siklus selesai dilaksanakan, khususnya sesudah refleksi kemudian diikuti dengan adanya perencanaan ulang atau revisi terhadap implementasi siklus sebelaumnya. Berdasarkan perencanaan ulang tersebut dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri, demikian seterusnya sehingga PTK bisa dilakukan dengan beberapa kali siklus.
Model Kemmis dan Mc Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin, hanya perbedaanya pada tahap acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai satu kesatuan. Hal ini karena kedua tahap tersebut oleh adanya kenyataan bahwa antara implementasi acting dan observing merupakan dua kegiatan yang tidak bisa dipisahkan (Rochiati, 2008: 66)
PTK model Kemmis dan Mc Taggart pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahap meruapakan satu kesatuan dalam siklus.
3. Model John Elliot
Model John Elliot bila dibandingkan dengan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-McTaggart, PTK Model John Elliot ini tampak lebih detail dan rinci. Dikatakan demikian, oleh karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi (tindakan). Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran.
Di dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa rupa itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara skematis dengan kedua model sebelumnya.
4. Model Dave Ebbutt
Menurut Dave model-model PTK yang ada seperti yang diperkenalkan oleh Elliot, Kemmis dan Taggart dipandang sudah cukup bagus. Akan tetapi didalam model-model tersebut masih ada beberapa hal atau bagian yang belum tepat dan perlu adanya pembenahan. Pada dasarnya Ebbutt setuju dengan gagasan-gagasan yang diutarakan Kemmis dan Elliot tetapi tidak sependapat mengenai beberapa interpretasi Elliot mengenai karya Kemmis.
Ebbutt mengatakan bahwa bentuk spiral yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc Taggart bukan merupakan cara yang terbaik untuk menggambarkan proses refleksi-aksi (action-reflection). Berdasarkan beberapa model PTK di atas yang paling sering dipakai dalam dunia pendidikan adalah model PTK yang dikemukakan oleh John Elliot. PTK model Elliot lebih mudah dipahami dalam pelaksanaanya dengan menekankan pada model spiral yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tahapan yang dilakukan oleh PTK adalah terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keempat tahapan merupakan bagian yang tidak bisa dihilangkan dalam PTK.
Informasi diatas didapat dalam buku PENELITIAN TINDAKAN KELAS TEORI DAN PRAKTIK Disusun oleh MU`ALIMIN
5 komentar:
Isi blognya sudah sangat membantu, terimakasih atas ilmu yang bermanfaat.
Isi blog nya sangat membantu, terimakasih atas ilmunya semoga bermanfaat untuk penulis ataupun pembacanya
Eka Septi Lestari 19.0305.0058
Kelebihan
1. Sudah dijelaskan model-model PTK menurut para ahli
2. Isi blog yang menarik bagi pembacanya.
3. Sudah dicantumkan referensinya juga.
Kekurangan
1. Penjelasan kurang lengkap
Aulia Rizky Rahmawati 19.0305.0006
Kelebihan :
1. Isinya sudah menjelaskan mengenai model-model menurut para ahli
2. Isi blognya menarik
Kekurangan :
Penjelasannya dapat ditambahi lagi
Kelebihan :
1. Penampilan blog sudah bagus.
3. Materi cukup jelas.
3. Penyajian kalimat cukup mudah dipahami
Kelemahan :
1. Penjelasan kurang lengkap
Posting Komentar